• Hotline Number: +62 821 333 333 22
  • Email:info@indotekhnoplus.com
1 2 3 4 5 6
jquery slideshow by WOWSlider.com v8.8

 

Mengapa Menggunakan Produk Kami ?

Resmi & Terdaftar TKDN

Kami memiliki dokumen dan legalitas yang lengkap untuk semua produk yang kami jual, selain itu sebagian produk kami juga sudah terdaftar dan tersertifikasi sebagai produk yang memenuhi syarat TKDN

Perlindungan Garansi

Disertai garansi 1 tahun dan layanan purna jual hingga 5 tahun, memberikan keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan produk kami

Portable Environment Device System

Dilengkapi dengan Media Digital Portabel untuk mengakses EHIS dan berbagai aplikasi pengukuran lainnya

Fasilitas EHIS

EHIS memberikan kemudahan kepada user untuk membuat laporan, mapping lokasi pengukuran, dan lain-lain

Standar Internasional

Perusahaan kami sudah terdaftar dengan sertifikasi ISO 9001 : 2015, ISO 14001 : 2015, ISO 45001 : 2018, ISO 13485 : 2016, dan OHSAS 18001 : 2007

Mudah Digunakan

Mudah digunakan dan dilengkapi dengan Buku Petunjuk (Manual Book) dan Video Tutorial dalam Bahasa Indonesia

Dukungan Teknis

Dukungan Teknis kami siap membantu dalam konsultasi / pelatihan ke seluruh Indonesia

Menggunakan Tas Hard Carrying Case

Beberapa Produk kami menggunakan Tas Hard Carrying Case agar tahan air, debu dan benturan

Pengukuran Berbagai Parameter

Produk kami meliputi pemeriksaan kulitas air, udara, lingkungan, tanah, makanan/ minuman secara fisik, kimia dan mikrobiologi

Jangan Coba-Coba, Inilah Bahaya Narkoba untuk Kesehatan

2021-11-04 15:15:14

Bahaya narkoba bukan hanya pada perilaku dan kondisi psikis penggunanya. Narkoba juga bisa membahayakan kesehatan tubuh secara umum, bahkan bisa menimbulkan gangguan yang sifatnya permanen pada beragam organ tubuh. Berawal dari rasa penasaran dan kesenangan sesaat, banyak pengguna narkoba  yang justru terjebak dalam jeratan obat-obatan terlarang ini. Rasa kecanduan tersebut seiring waktu dapat merusak kesehatan mental dan fisik atau bahkan keselamatan diri penggunanya.   Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui bahaya narkoba sehingga tidak tergoda untuk mencoba atau bahkan menggunakannya. ` Beragam Efek yang Muncul dari Penggunaan Narkoba Setelah digunakan atau dikonsumsi, narkoba akan larut dan dialirkan melalui darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Berbagai efek akan dialami oleh penggunanya, tergantung jenis, dosis, dan lamanya pemakaian narkoba. Ada beberapa efek yang ditimbulkan akibat penggunaan narkoba, di antaranya: Efek stimulan Beberapa jenis narkoba dapat mempercepat kerja jantung dan otak lebih dari biasanya, misalnya ekstasi, kokain, dan amfetamin. Alhasil, penggunanya seakan-akan memiliki tenaga ekstra, merasa lebih kuat dan lebih aktif, serta tidak mudah lelah, terutama saat melakukan kegiatan atau aktivitas fisik yang berat. Efek halusinogen Halusinasi merupakan efek yang ditimbulkan oleh sebagian besar jenis narkoba, termasuk ganja, ekstasi, dan LSD. Pengguna narkoba jenis ini seolah-olah melihat suatu hal atau benda yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata. Hal inilah yang menyebabkan narkoba terkadang disebut juga obat psikedelik. Efek depresan Beberapa jenis narkoba, seperti putaw, heroin, dan ganja, bekerja dengan cara menekan sistem saraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh. Hal ini membuat penggunanya merasa lebih rileks, mengantuk, napas melambat, tekanan darah menurun, dan detak jantung melemah. Efek adiktif Hampir semua jenis narkoba, terutama heroin, kokain, dan putaw, menyebabkan kecanduan (adiksi) pada penggunanya. Efek ini membuat penggunanya selalu ingin menggunakan narkoba tersebut. Risiko dan Bahaya Narkoba bagi Kesehatan Tubuh Berbagai efek yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba berkaitan erat dengan risiko terjadinya gangguan kesehatan bagi penggunanya. Berikut ini adalah beberapa risiko kesehatan yang dapat muncul: 1. Gangguan fungsi otak Narkoba dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir, daya ingat dan konsentrasi menurun, serta kesulitan untuk mengambil keputusan yang benar. Hal ini dikarenakan penggunaan narkoba dalam jangka panjang dapat memicu perubahan pada sel saraf dalam otak, sehingga menyebabkan gangguan pada bagian otak yang mengendalikan kemampuan berpikir dan komunikasi. 2. Dehidrasi Beberapa jenis narkoba, seperti ekstasi, dapat memicu dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Bila dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat menyebabkan penggunanya mengalami kejang, serangan panik, halusinasi, nyeri dada, dan perilaku agresif. 3. Bingung dan hilang ingatan Kandungan berbagai zat di dalam narkoba, seperti gamma-hidroksibutirat dan rohypnol, dapat menimbulkan efek kebingungan dan hilang ingatan. Bahkan, penggunanya juga dapat mengalami gangguan koordinasi gerakan tubuh dan penurunan kesadaran. 4. Halusinasi Penggunaan mariyuana atau ganja dapat menyebabkan efek samping berupa halusinasi, peningkatan tekanan darah dan denyut nadi, gangguan kecemasan, serta paranoid. Selain itu, mariyuana juga dapat menyebabkan gangguan mental berupa depresi dan gangguan kecemasan. 5. Kejang dan kematian Penyalahgunaan metamfetamin atau lebih dikenal dengan sabu-sabu, opium, dan kokain, dapat menyebabkan berbagai efek buruk, termasuk perilaku psikotik, kejang-kejang, dan bahkan kematian akibat overdosis. 6. Gangguan kualitas hidup Saat seseorang mulai mengonsumsi narkoba, kemungkinan besar ia akan mengalami kecanduan. Seiring waktu, pengguna akan membutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang sama. Ketika efek narkoba mulai hilang, pengguna akan merasa tidak nyaman akibat munculnya gejala putus obat, seperti gelisah, sulit tidur, nyeri otot, dan perasaan ingin kembali mengonsumsi narkoba. Selain berpengaruh pada tubuh, bahaya narkoba juga dapat mengganggu kualitas hidup penggunanya. Misalnya, berurusan dengan lingkungan sosial dan pihak kepolisian akibat mencuri demi mendapatkan uang untuk membeli narkoba. Selain itu, infeksi HIV atau hepatitis B juga bisa mengincar pengguna narkoba, terutama mereka yang menggunakan narkoba dalam bentuk suntik. Tanda dan Gejala Kecanduan Narkoba yang Perlu Diwaspadai Telah dijelaskan sebelumnya, narkoba dapat menimbulkaan efek kecanduan yang membuat penggunanya semakin terjebak dalam jeratan narkoba. Seseorang yang mengonsumsi atau sudah kecanduan narkoba umumnya akan menunjukkan tanda dan gejala berikut ini: Halusinasi Sakau Perubahan suasana hati Penurunan nafsu makan Penurunan libido Perubahan perilaku Orang yang menunjukkan berbagai gejala di atas, perlu segera mendapatkan pertolongan. Semakin cepat orang tersebut ditangani, semakin cepat pula proses pemulihannya. Bila dibiarkan tanpa penanganan, orang yang mengalami kecanduan narkoba dapat mengalami kondisi berikut: Penurunan kesadaran Henti napas Kejang Serangan jantung Gangguan psikologis Overdosis Mencegah dan Mengatasi Bahaya Narkoba Cara paling tepat agar terhindar dari bahaya narkoba adalah dengan tidak mengonsumsinya sama sekali. Namun, jika Anda atau kerabat Anda sudah terlanjur mengonsumsi narkoba, terlebih jika sudah menjadi pecandu, penanganan dalam bentuk rehabilitasi sangatlah diperlukan. Pemerintah Indonesia melalui Badan Narkotika Nasional sudah menyediakan layanan rehabilitasi bagi para pecandu narkoba. Berikut ini adalah tahap rehabilitasi narkoba yang biasanya diberikan kepada orang yang sudah telanjur kecanduan narkoba: Pemeriksaan Dokter atau terapis akan memeriksa kondisi Anda. Mereka akan melihat sejauh mana Anda mengalami kecanduan, efek samping yang sudah dialami, dan kemungkinan mengalami depresi. Jika ada masalah tersebut, dokter atau terapis akan memberikan obat-obatan untuk meghilangkan efek-efek tersebut. Detoksifikasi Selama menjalani tahap detoksifikasi, Anda akan diminta untuk berhenti mengonsumsi narkoba. Saat melalui tahap ini, kemungkinan besar Anda akan merasa mual dan tubuh pun terasa sakit karena kehilangan zat yang biasa dikonsumsi. Anda juga akan merasa gelisah dan tertekan akibat tidak ada asupan obat yang biasanya menenangkan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter biasanya akan memberi penanganan dalam bentuk obat-obatan. Hal yang penting untuk Anda lakukan adalah selalu penuhi kebutuhan cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi dan konsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses pemulihan selama proses detoksifikasi ini. Stabilisasi Setelah kedua tahap tersebut berhasil dilalui, berbagai terapi akan Anda jalani dalam tahap stabilisasi. Pada tahap ini, Anda akan diberikan resep obat untuk membantu pemulihan dalam jangka panjang. Tahap ini juga mencakup pemikiran tentang rencana kehidupan dalam jangka panjang dan kestabilan mental Anda. Dukungan dari orang sekitar, baik keluarga maupun teman dekat, sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan Anda. Tak hanya memberi Anda semangat, mereka juga dapat mendampingi Anda dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bahaya narkoba tidak hanya berdampak buruk pada kualitas hidup, tetapi juga kesehatan fisik dan mental penggunanya. Oleh karena itu, jangan sesekali mencobanya dengan alasan apa pun. Narkoba bukanlah jawaban atas masalah, melainkan justru dapat menimbulkan masalah yang lebih besar. Bila Anda atau orang terdekat sudah terlanjur mengalami kecanduan narkoba, berkonsultasilah ke psikiater untuk menjalani pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kondisi fisik untuk mengantisipasi bahaya narkoba terhadap kesehatan tubuh. Selain memberikan penanganan untuk mengatasi ketergantungan narkoba, psikiater juga akan memberikan rujukan kepada dokter spesialis lain bila narkoba sudah menimbulkan gangguan pada kesehatan dan fungsi organ tubuh.   Sumber : https://www.alodokter.com/narkoba-bukan-solusi

Baca lebih lanjut

FDA Perluas Pengujian Residu Obat pada Produk Olahan Susu

2021-11-04 15:11:02

Pejabat kesehatan AS mengatakan The Food and Drug Administration (FDA) sedang giat meninjau nilai residu bahan kimia pada susu yang dijual kepada konsumen. Hal ini dinilai sebagai salah satu langkah besar dalam menghapus kekhawatiran konsumen tentang kesehatan pangan. Hingga kini, FDA giat menelusuri residu bahan kimia apa saja yang terkandung dalam susu pabrik. Program ini akhirnya dilakukan kembali setelah vakum selama 23 tahun lamanya. Setidaknya, ada empat dari enam zat obat-obatan beta-lactam atau kelompok antibiotik yang paling umum digunakan di peternakan sapi perah yang ditemukan oleh FDA di dalam produk olahan susu sapi. Bahan kimia tersebut di antaranya penicillin, ampicillin and amoxicillin. Selain itu adanya temuan flunixin untuk obat anti nyeri, florfenicol untuk obat anti mikroba, dan tulathromycin untuk obat untuk mengobati penyakit pernapasan kian memperburuk kualitas produk olahan susu sapi. "Ada keburukan untuk mencari tau apa saja kandungan dalam susu yang tak pernah kita tahu selain beta-lactam," ucap Stephen Beam, pemimpin dewan eksekutif National Conference on Interstate Milk Shipments (NCIMS), dikutip dari Reuters, Rabu (20/5/2015). Kelompok nirlaba dari beberapa negara bagian dan perwakilan industri susu pernah meminta FDA meninjau tes residu bahan kimia pada tahun 2008. Masyarakat di AS menunjukkan kegelisahan mereka seputar penggunaan obat-obatan seperti antibiotik demi mengontrol hormon pada hewan penghasil pangan. FDA menemukan penggunaan obat pada hewan pengasil pangan sama sekali tidak merugikan konsumen. Lembaga ini mengatakan bahwa susu di AS umumnya aman. Pada bulan Maret 2012, FDA’s Center for Veterinary Medicine merilis hasil survei dari hampir 2.000 sampel susu yang telah dikumpulkan dari seluruh belahan dunia dan diuji untuk kemungkinan tercemar residu dari 31 obat. Sementara 99 persen dari sampel tidak bisa dilacak kadar residunya, hanya 1 persen yang dapat diidentifikasi dan mengandung enam obat ilegal yang seharusnya tidak terkandung pada susu. Sebagai tindak lanjut, FDA telah memberi evaluasi pada pabrik susu soal keamanan obat-obatan untuk kesehatan manusia. Setelah survei ini dilakujan, FDA akan bekerja sama dengan NCIMS untuk memperketat peredaran susu mentah yang mengandung residu kimia. "Sebab sudah pasti konsumen pasti tidak mungkin mau mengonsumsi susu yang sudah tercemar dengan obat-obatan" tutur David Plunkett, seorang pengacara di bidang keamanan pangan dari Center for Science in the Public Interest.   Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/

Baca lebih lanjut

Efek Mengkonsumsi Minuman Beralkohol terhadap Kadar Triglisrida

2021-10-25 10:35:35

Peminum berat yang mengkonsumsi alkohol lebih dari 30 gram per hari akan meningkatkan resiko peningkatan kadar trigliserida. Metabolisme etanol yang kronis menyebabkan oksidasi asam lemak terganggu dan pengalihan karbon menjadi lemak menyebabkan peningkatan produksi trigliserida di hati Kelebihan trigliserida di hati selanjutnya dikeluarkan ke pembuluh darah dan terjadilah penumpukan triglisenida dipembuiuh darah dan dapat berlanjut ke Penyakit Jantung Koroner (PJK) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar trigliserida pada pengguna alkohol di Jalan Mendawai Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan kadar trigliserda pada orang yang menggunakan atau mengkonsumsi alkohol di Jalan Mendawai Kota Palangka Raya Jumlah sarmpel yang diperoleh adalah 20 sampel dan diambil menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan kriteria yaitu berjenis kelamin laki-laki, berusia lebih dari 20 tahun, sudah mengkonsumsi alkohol lebih dan 5 tahun, minimal 1 kali dalam 1 minggu mengkonsumsi alkohol dan bersedia untuk dijadikan sampel.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 1 orang (5%) yang memiliki kadar trigliserida normal dan 19 orang (95%) memilki kadar trigliserida> normal. Berdasarkan kriteria terhadap risiko penyakit jantung koroner (PJK) yatu 1 orang (5%) memiliki kadar trigliserida dengan kriteria ideal, 4 orang (20%) termasuk dalam kriteria batas tinggi terhadap risiko PJK. 7 orang (35%) yang termasuk kriteria risiko tinggi dan 8 orang (40%) yang termasuk kriteria risiko sangat tinggi terhadap PuK.   Sumber : https://media.neliti.com/media/publications/258719-efek-mengkonsumsi-minuman-beralkohol-ter-c26f7eb8.pdf  

Baca lebih lanjut

Bahaya Mengintai di Balik Nikmatnya Sayuran Goreng

2018-09-10 13:50:13

Sumber : CNN indonesia

Baca lebih lanjut

Waspada Makanan Mengandung Borax dan Formalin

2018-08-13 09:43:40

Baca lebih lanjut

Bahaya Zat Pewarna Tekstil Pada Makanan

2018-06-25 09:32:47

Baca lebih lanjut

Produsen dari :

Distributor Resmi dari :