• Hotline Number: +62 821 333 333 22
  • Email:info@indotekhnoplus.com
1 2 3 4 5 6
jquery slideshow by WOWSlider.com v8.8

 

Mengapa Menggunakan Produk Kami ?

Mudah Digunakan

Mudah digunakan dan dilengkapi dengan Buku Petunjuk (Manual Book) dan Video Tutorial dalam Bahasa Indonesia

Perlindungan Garansi

Disertai garansi 1 tahun dan layanan purna jual hingga 5 tahun, memberikan keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan produk kami

Portable Environment Device System

Dilengkapi dengan Media Digital Portabel untuk mengakses EHIS dan berbagai aplikasi pengukuran lainnya

Fasilitas EHIS

EHIS memberikan kemudahan kepada user untuk membuat laporan, mapping lokasi pengukuran, dan lain-lain

Standar Internasional

Perusahaan kami sudah terdaftar dengan sertifikasi ISO 9001 : 2008, 14001 : 2004, 18001 : 2007

Resmi & Terdaftar

Kami memiliki dokumen dan legalitas yang lengkap untuk semua produk yang kami jual

Dukungan Teknis

Dukungan Teknis kami siap membantu dalam konsultasi / pelatihan ke seluruh Indonesia

Menggunakan Tas Hard Carrying Case

Beberapa Produk kami menggunakan Tas Hard Carrying Case agar tahan air, debu dan benturan

Pengukuran Berbagai Parameter

Produk kami meliputi pemeriksaan kulitas air, udara, lingkungan, tanah, makanan/ minuman secara fisik, kimia dan mikrobiologi

Waspadai Bakteri E.coli Pada Ayam Potong

2019-01-16 12:01:09

Jakarta - Hasil penelitian yang dilakukan bersama oleh Indonesia One Health University Network (INDOHUN), Udayana One Health Collaborating Center (Udayana OHCC), dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali pada Desember 2018 lalu menemukan bakteri Escherichia Coli yang terisolasi pada daging ayam broiler yang banyak dikonsumsi masyarakat.   Menurut siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Senin,  dr. Ni Nyoman Sri Budayanti selaku anggota peneliti perwakilan Udayana OHCC mengungkapkan bahwa hasil penelitian juga menunjukkan peningkatan kekebalan lebih dari 90% setidaknya terhadap tiga jenis antibiotik dari 11 yang diujikan.   Tiga jenis antibiotik tersebut adalah ampisilin, amoksisilin dan eritromisin. Sedangkan terhadap asam nalidiksat, antibiotik yang sering digunakan untuk terapi infeksi saluran kencing pada manusia, telah terjadi peningkatan kekebalan hingga 50 persen.   Masalahnya, antibiotik-antibiotik tersebut  merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan pada masyarakat dan sering bisa dibeli tanpa resep dokter.   “Yang paling mencemaskan dari hasil penelitian tersebut adalah mulai ditemukan 2,4 persen bakteri E.coli yang kebal terhadap antibiotik golongan sefalosporin. Bakteri ini akan menghasilkan enzim yang mampu menetralkan semua antibiotik golongan sefalosporin,”  kata Ni Nyoman Sri Budayanti.   Antibiotik sefalosporin merupakan antibiotik terbanyak digunakan di rumah sakit di Indonesia. Bakteri yang telah kebal terhadap antibiotik ini umumnya akan mudah memicu kekebalan terhadap antibiotik lainnya seperti antibiotik golongan kuinolon (siprofloksasin, levofloksasin) yang merupakan salah satu antibiotik utama pengobatan pasien yang dirawat di rumah sakit.   Penemuan adanya bakteri multi resisten pada daging ayam broiler yang dijual di pasar tradisional ataupun modern menurut Ni Nyoman tentu menimbulkan kecemasan karena bakteri-bakteri tersebut dapat berpindah kepada manusia selama proses penanganan daging ayam untuk dikonsumsi. Tidak menutup kemungkinan manusia akan terinfeksi oleh bakteri multi resisten dari daging ayam tersebut.   Konsumsi masyarakat Indonesia terhadap ayam broiler atau ayam potong yang biasa dijual sehari-hari di pasar tradisional atau modern memang luar biasa tinggi. Namun, nyaris luput dari perhatian bahaya yang mengancam di balik nikmatnya mengomsumsi ayam yang rata-rata dipanen saat berusia 45-50 hari tersebut.   Kondisi peningkatan kekebalan terhadap antibiotik dikenal dengan istilah Antimicrobial Resistance (AMR). Saat ini AMR menjadi ancaman serius dalam bidang kesehatan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Penderita terinfeksi bakteri multiresisten akan menyulitkan pengobatan karena saat ini tidak banyak ditemukan antibiotik baru di dunia.   Akibat lebih lanjut adalah biaya perawatan pasien meningkat karena waktu perawatan yang lebih lama serta jenis antibiotik yang digunakan akan lebih mahal dan sering kali membutuhkan kombinasi beberapa antibiotik untuk mengatasi infeksi.   Begitu juga dengan angka kematian akan meningkat karena terkadang tidak ada lagi antibiotik yang dapat digunakan. Bakteri-bakteri tersebut tak jarang pula masih peka terhadap satu jenis antibiotik, tetapi antibiotik tersebut tidak tersedia di Indonesia.   Pengobatan pasien terinfeksi bakteri multi resisten, tidak hanya menjadi beban individu, tapi negara juga akan menanggung bebannya melalui klaim BPJS yang saat ini total terus merugi.   “Butuh komitmen serius dari pemerintah karena dalam menangani AMR ini tidak hanya sekali waktu saja tapi harus berkelanjutan. Tindakan tegasnya adalah dengan regulasi penggunaan antibiotik untuk pertumbuhan hewan ternak. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan terjadi resistensi antimikroba pada manusia dan dampak buruknya juga akan berkelanjutan," kata ketua peneliti yaitu Prof drh. Wiku Adisasmito, PhD, MSc yang juga merupakan Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dan Koordinator Indonesia One Health University Network (INDOHUN). (A032)   Sumber : ANTARA News  

Baca lebih lanjut

Pengaruh Kadar pH Air Bagi Kesehatan

2019-01-07 11:10:40

Dalam pelajaran kimia, ada istilah pH yang menunjukkan tingkat asam basa air. Nah, kadar pH ini bukan hanya untuk dipelajari, namun juga memiliki pengaruh untuk kesehatan.   Istilah pH sendiri merupakan arti dari nilai potensi hidrogen. Seperti dikutip dari www.stylecraze.com, kadar pH air memiliki pengaruh keseimbangan dalam tubuh karena air memainkan penting dalam tubuh. Seperti yang Anda tahu bahwa air merupakan unsur utama tubuh, sehingga kadar pH yang tepat akan membuat organ tubuh bekerja secara optimal dan tidak mengganggu kinerja organ tubuh dan mengganggu kesehatan.   Nilai pH air murni sendiri adalah sekitar 7 pada suhu 25 derajat Celcius. Jika pH air menunjukkan angka di bawah 7, maka berarti air tersebut cenderung asam. Sedangkan jika pH air menunjukkan angka di atas 7, maka air cenderung basa. Beberapa efek kesehatan yang mungkin Anda dapatkan ketika kadar pH air seimbang adalah   1. Keseimbangan keasaman dan alkalinitas tubuh Ketidakseimbangan asam dan basa/alkalin dalam tubuh menyebabkan bakteri dan organisme pembawa penyakit berkembang di dalam jaringan tubuh dan merusak organ tubuh, sehingga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.   2. Mempertahankan tingkat elektrolit Organ tubuh yang berhubungan erat dengan air adalah ginjal. Ginjal kita bertanggung jawab untuk menjaga tingkat elektrolit kalsium, kalium, magnesium dan natrium dalam tubuh dengan cara menyaring darah dan membuang limbah serta kelebihan nutrisi dalam tubuh. Elektrolit membantu mengurangi tingkat keasaman dalam tubuh.   Jika air yang Anda konsumsi tidak seimbang atau netral, dan darah memiliki kadar keasaman yang tinggi, dapat menyebabkan hilangnya mineral dari tulang, organ, sel dan jaringan. Bahkan juga berdampak dalam penyerapan vitamin serta akumulasi limbah dan racun dalam tubuh.   3. Menjaga kadar pH darah dan aliran oksigen Darah ternyata juga memiliki muatan negatif dan positif untuk mengangkut oksigen dan bisa mengalir lancar di dalam pembuluh darah. Nah, jika air memiliki pH yang tidak seimbang, ini juga secara otomatis mengacaukan keseimbangan muatan negatif dna positif dalam darah.   Jadi sebaiknya Anda minum minuman yang jauh dari campuran bahan kimia berbahaya untuk bisa menjaga kadar pH air dalam tubuh. Jika Anda ingin menguji kadar pH air di rumah Anda dan ingin mengetahui apakah air tersebut layak dikonsumsi, maka Anda bisa membeli kertas uji pH di toko obat atau toko bahan kimia terdekat.

Baca lebih lanjut

Mari, Biasakan Buang Sampah Pada Tempatnya

2019-01-03 15:29:03

Tanpa disadari, plastik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup manusia. Di setiap sudut rumah, Anda bisa dengan mudah menemukan benda yang terbuat dari plastik. Mulai dari botol minuman, kemasan makanan, barang elektronik hingga perlengkapan medis di rumah sakit pun banyak yang terbuat dari plastik.   Sejak kecil hingga dewasa, Anda kerap menyikat gigi dengan sikat gigi yang terbuat dari plastik. Bahkan sejak bayi, semua orang tua akan memberikan botol susu, piring, gelas, sendok, garpu, dan mainan yang terbuat dari plastik. Lantas apa jadinya bila plastik tiba-tiba menghilang dari bumi ini? Pastinya sungguh sulit untuk dibayangkan.   Lalu kenapa harus plastik? Plastik didesain lebih ekonomis, tahan lama, dapat diproduksi secara massal, ringan, tahan gas dan uap air, serta mudah didaur ulang.   Namun pastikan Anda mengetahui arti dari kode-kode penting (kode daur ulang) yang selalu dicantumkan di kemasan plastik yang Anda gunakan. Cermatilah setiap plastik yang Anda gunakan, nantinya Anda akan menemukan gambar segitiga dengan nomor-nomor yang berbeda.   Kode bernomor 1,2,4, dan 5 merupakan jenis plastik yang aman digunakan sebagai wadah makanan. Biasanya Anda bisa menemukan kode tersebut di botol minuman, kemasan susu, kotak makanan, dan kemasan makanan yang dijual di pasaran. Sementara kode bernomor 3 bisa Anda temukan bubble foil, nomor 6 di mainan anak, dan nomor 7 di handphone case.   Kebanyakan plastik yang beredar di masyarakat, seperti Polypropylene (PP), Polyethylene (PE) maupun Polyethylene Terephtalate (PET) tergolong dalam jenis termoplastik yang sangat mudah dapat didaur ulang.   Tidak hanya awam dengan kode-kode tersebut, setelah menggunakan plastik sejak bayi hingga dewasa, masih banyak dari orang Indonesia yang belum tahu bahan dasar pembuat plastik. Mungkin Anda termasuk salah satu di antaranya!   Sekadar informasi, plastik terbuat dari minyak bumi yang merupakan material terbanyak di muka bumi. Tahukah Anda, bila plastik jauh lebih 'hijau' dibanding material lain seperti logam dan kertas? Hal ini terbukti dari asal bahan mentahnya, proses pembuatan biji plastik, hingga proses daur ulangnya yang memerlukan energi dan air jauh lebih sedikit daripada material lainnya.   Bila material lain meningkatkan pencemaran air dan udara, maka hal itu tidak akan terjadi pada plastik. Polusi yang mungkin ditinggalkan dari plastik berupa sampah padat yang dapat dikelola lebih lanjut untuk mengurangi pencemaran lingkungan.   Bahkan karena bernilai ekonomis, plastik bekas pakai justru bisa dijual kembali kepada para penadah atau bank sampah sehingga menambah lahan pekerjaan dan sumber penghasilan berkelanjutan.   Proses daur ulang plastik bisa dilakukan siapa saja. Cara termudahnya dengan melakukan proses sorting (pemilahan) dari skala rumahan. Masyarakat diharapkan memisahkan pembuangan plastik bekas pakai dengan sampah lainnya sehingga memudahkan para kolektor untuk mengumpulkannya sebagai bahan baku daur ulang.   Dalam kondisi ini, pemerintah daerah (pemda) memiliki peran krusial untuk mengurangi sampah yang terbawa ke TPA atau terbuang sia-sia ke sungai atau laut. Saat ini, Pemda Jakarta Barat telah merilis Bank Sampah Induk Satu Hati yang hasil penjualan sampahnya akan ditransfer ke rekening si penjual.   Jadi mulai sekarang, jangan merasa bersalah untuk menggunakan plastik. Sudah saatnya untuk mengelola sampah plastik dengan cara yang tepat. Menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri, rumah kita, serta ajaklah orang-orang di sekeliling kita.   Gunakanlah plastik dengan lebih bijak, baik dalam jumlah yang digunakan atau perlakuan setelah pemakaiannya.   Sumber: Detik News  

Baca lebih lanjut

Bahaya Mengintai di Balik Nikmatnya Sayuran Goreng

2018-09-10 13:50:13

Sumber : CNN indonesia

Baca lebih lanjut

Waspada Makanan Mengandung Borax dan Formalin

2018-08-13 09:43:40

Baca lebih lanjut

Bahaya Zat Pewarna Tekstil Pada Makanan

2018-06-25 09:32:47

Baca lebih lanjut

Produsen dari :

Distributor Resmi dari :