Agenda brosur katalog alat kesehatan lingkungan
Brosur katalog alat kesehatan lingkungan
02 Feb 2018

Dokter: 2 Suplemen yang Mengandung DNA Babi Bukan untuk Emergency

Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut dua produk suplemen makanan dari batch tertentu, positif mengandung DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) babi. Namun dokter mengatakan, masyarakat tidak perlu cemas.

"Kedua obat ini bukan termasuk obat untuk kondisi emergency sehingga memang tidak perlu digunakan secara darurat kalau tidak halal," kata Dr Ari Fahrial Syam, SpPD, konsultan saluran cerna dari RS Cipto Mangunkusumo, JUmat (2/1/2018).

Ia mengatakan, kedua produk suplemen tersebut sudah umum digunakan oleh masyarakat. Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia mengandung glukosamin dan khondroitin sulfat sebagai suplemen sendi, dan Enzyplex dari PT Medifarma Laboratories mengandung B kompleks untuk mengatasi keluhan kembung.

Menurut dr Ari, masyarakat tidak perlu panik karena tetap ada pilihan obat lain untuk kedua keluhan tersebut. Namun ia mengingatkan untuk mencari tahu penyebab di balik keluhan-keluhan tersebut.

"Untuk masyarakat yang selama ini menggunakan kedua suplemen ini sebagai obat sebaiknya memang ke dokter terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab dari nyeri sendi atau keluhan kembung yang terjadi. Sehingga pengobatan yang tepat dapat dilakukan," pesan dr Ari yang juga menjabat dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

BPOM sebelumnya memerintahkan agar dua produk suplemen ditarik karena mendandung DNA babi. Keduanya adalah Viostin DS dengan NIE (nomor izin edar) POM SD.051523771 batch BN C6K994H, serta Enzyplex dengan NIE DBL7214704016A1 batch 16185101.


Sumber : https://health.detik.com/read/2018/02/02/075446/3845999/763/dokter-2-suplemen-yang-mengandung-dna-babi-bukan-untuk-emergency?_ga=2.193776425.588757898.1517542807-252252661.1499237133

Back to news list

07 April 2017

Bicara soal Hari Kesehatan Dunia, WHO-lah yang pertama kali mencetuskan peringatannya pada tanggal 7 April yang kini selalu diperingati setiap tahun. Namun, tahukah Anda pada tahun berapa Hari Kesehatan Dunia pertama kali diresmikan? Apakah ada kesamaan dengan tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia?

Well, bila di tahun 1945 merupakan momen pembentukan WHO, maka Hari Kesehatan Dunia pertama kali dicetuskan tiga tahun setelahnya, tepatnya tahun 1948. Hari Kesehatan Dunia sendiri diperingati untuk menandai kesuksesan didirikannya WHO yang memiliki visi dan misi “mengajak” dunia untuk lebih peduli dengan isu kesehatan.

WHO berharap dengan adanya peringatan Hari Kesehatan Dunia ini, masyarakat global akan lebih sadar betapa mahalnya “harga” kesehatan yang pada akhirnya akan diikuti dengan aksi perubahan gaya hidup menuju ke arah yang lebih baik.

Sumber: breaktime.co.id