Agenda brosur katalog alat kesehatan lingkungan
Brosur katalog alat kesehatan lingkungan
17 Jul 2017

Tak Diduga, Benda-benda Ini Jadi 'Gudangnya' Kuman dan Bakteri

Jakarta, Tak melulu di tempat-tempat yang tampak kotor dan berdebu, beberapa benda lain yang tampak bersih juga bisa jadi sarang bakteri dan kuman.

Salah satunya yang baru-baru ini ditemukan adalah pada keranjang belanja di supermarket. Meski tampak bersih dan mengkilap, benda ini juga menyimpan berbagai jenis bakteri berbahaya.

Seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut benda-benda 'bersih' yang juga bisa jadi gudang bakteri dan kuman:

1. Keranjang belanja

Dikutip dari Daily Mail, survei yang dilakukan oleh retailer online ReuseThisBag.com menemukan bahwa keranjang belanja supermarket punya jumlah bakteri yang tak sedikit. Tak tanggung-tanggung, ditemukan jumlah bakterinya lebih banyak hingga 361 kali dibandingkan pintu toilet.

Yang lebih mengejutkan, tiga perempat dari troli-troli di berbagai toko yang disurvei memiliki jenis bakteri yang tergolong berbahaya. Di antaranya yakni escherichia coli (E. coli) dan salmonella.

2. Uang kertas

Kerap berpindah-pindah tangan membuat uang menjadi salah satu benda yang dianggap paling berkuman. Maka dari itu, Anda perlu cuci tangan setelah menyentuhnya.

Seperti dikutip dari Men's Health, penelitian baru-baru ini mengungkapkan seperti apa fakta kondisi kuman dan bakteri yang ada di uang kertas. Penelitian ini sendiri dilakukan di Hong Kong.

Tak cuma itu, yang mengejutkan adalah penemuan bahwa 36 persen dari bakteri yang ditemukan berpotensi patogen. Ini berarti itu merupakan jenis-jenis bakteri yang dapat membuat Anda jatuh sakit. Termasuk di antaranya bakteri E.coli dan Clostridium difficile.

3. Lemari es

Dianggap cukup bersih hanya dengan dilap saja, lemari es sebenarnya perlu dibersihkan lebih teliti lagi. Terutama jika Anda sering menyimpan daging mentah, sayur serta buah-buahan di dalam lemari es. Jika tidak dibersihkan dengan benar, isi lemari es bisa menjadi sarang bakteri dan mudah bau.

"Jika ini terjadi, pendinginan dalam lemari es bisa berkurang dan bakteri pun jadi tumbuh lebih cepat," tutur peneliti Jennifer Quinlan, PhD.

4. Bantal

Para ahli merekomendasikan agar bantal diganti setiap enam bulan sekali. Alasannya karena debu, bakteri, dan parasit kutu bisa menumpuk dan hidup berkembang biak di dalamnya.

Cliff Bassett, MD, pendiri sekaligus direktur Allergy and Asthma Care of New York mengatakan agar alergen, debu, dan kuman bisa hilang dengan optimal, rendam seprai lengkap dengan sarung bantal-guling serta selimut dengan air hangat sebelum mencucinya dengan sabun.

5. Sikat gigi

Meski masih tampak baik-baik saja, jangan lupa untuk rutin mengganti sikat gigi setidaknya tiga bulan sekali. Pada periode tersebut, jumlah bakteri diyakini sudah cukup banyak.

Profesor Dr drg Melanie S. Djamil, MBiomed, dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti mengatakan pada sikat gigi usia 3 bulan akan ada sekitar 200 juta bakteri yang menempel. Bakteri tersebut bisa mengancam kesehatan mulut seperti menyebabkan gigi berlubang bila sikat terus digunakan.

Sumber : Detik.com

Back to news list

07 April 2017

Bicara soal Hari Kesehatan Dunia, WHO-lah yang pertama kali mencetuskan peringatannya pada tanggal 7 April yang kini selalu diperingati setiap tahun. Namun, tahukah Anda pada tahun berapa Hari Kesehatan Dunia pertama kali diresmikan? Apakah ada kesamaan dengan tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia?

Well, bila di tahun 1945 merupakan momen pembentukan WHO, maka Hari Kesehatan Dunia pertama kali dicetuskan tiga tahun setelahnya, tepatnya tahun 1948. Hari Kesehatan Dunia sendiri diperingati untuk menandai kesuksesan didirikannya WHO yang memiliki visi dan misi “mengajak” dunia untuk lebih peduli dengan isu kesehatan.

WHO berharap dengan adanya peringatan Hari Kesehatan Dunia ini, masyarakat global akan lebih sadar betapa mahalnya “harga” kesehatan yang pada akhirnya akan diikuti dengan aksi perubahan gaya hidup menuju ke arah yang lebih baik.

Sumber: breaktime.co.id