Agenda brosur katalog alat kesehatan lingkungan
Brosur katalog alat kesehatan lingkungan
07 Jun 2013

Memilah sampah sudah berperan lestarikan lingkungan

Jakarta - Orang yang memilah sampah rumah tangga, berarti secara tidak langsung telah melestarikan lingkungan, kata pengamat lingkungan dari Tehnik Lingkungan Universitas Indonesia, Gabriel Andari Kristanto.

"Kalau kita memilah sampah untuk daur ulang, kita membantu sampah menjadi lebih berkualitas" ujar Andari usai acara puncak kampanye GEMAS di Jakarta, Senin.

Andari menjelaskan bahwa sampah yang telah dipilah akan memudahkan proses daur ulang.

Menurut dia, ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas sampah yang telah dihasilkan. Namun, Andari menegaskan bahwa tindakan pertama untuk kelola sampah adalah dengan tidak membuat sampah.

Cobalah untuk hidup hemat. "Tapi ketika sampah tercipta, cobalah berpikir ulang sebelum Anda membuangnya. Selain itu, letakkan sampah pada tempatnya. Setiap orang di dunia ini harus bertanggung jawab pada sampah yang dia hasilkan," demikian Andari.

Sumber:
ANTARA News

Back to news list

Hari Kesehatan Nasional - 12 November 2016

Menilik kembali ke belakang pada era 50-an, penyakit malaria merupakan penyakit rakyat yang terbanyak penderitanya dan berjangkit di seluruh Indonesia. Ratusan ribu jiwa tewas akibat malaria yang sebenarnya, melalui penyelidikan dan pengalaman penyakit malaria di Indonesia dapat dieliminasi. Oleh karena itu pemerintah melakukan usaha pembasmian malaria (malaria eradication) yang berarti melenyapkan malaria dari penjuru tanah air.

Untuk mencapai hal tersebut, pada tahun 1959 dibentulah Dinas Pembasmian Malaria yang pada bulan Januari 1963 dirubah menjadi Komando Operasi Pembasmian Malaria (KOPEM). Pembasmian malaria ditangani secara bersama oleh pemerintah, WHO, USAID dan direncanakan pada tahun 1970 malaria akan hilang dari bumi Indonesia.

Pembasmian malaria dilakukan dengan menggunakan obat baru yaitu DDT, dengan penyemprotan secara masal rumah-rumah di seluruh Jawa, Bali dan Lampung. Penyemprotan secara simbolis dilakukan oleh Bung Karno selaku Presiden RI pada tanggal 12 November 1959 di desa Kalasan, sekitar 10 km di sebelah timur kota Yogyakarta.

Selanjutnya, kegiatan tersebut dibarengi dengan kegiatan pendidikan atau penyuluhan kepada masyarakat. 5 tahun kemudian, kurang lebih 63 juta penduduk telah mendapat perlindungan dari penyakit malaria.

Peristiwa tersebut merupakan upacara simbolis penyemprotan nyamuk, yang diiringi dengan kegiatan pendidikan atau penyuluhan kepada masyarakat. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN), yang setiap tahun terus menerus diperingati sampai sekarang. Sejak itu, HKN dijadikan momentum untuk melakukan pendidikan/ penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Sumber: Wikipedia.org