Agenda brosur katalog alat kesehatan lingkungan
Brosur katalog alat kesehatan lingkungan
07 Jun 2013

Memilah sampah sudah berperan lestarikan lingkungan

Jakarta - Orang yang memilah sampah rumah tangga, berarti secara tidak langsung telah melestarikan lingkungan, kata pengamat lingkungan dari Tehnik Lingkungan Universitas Indonesia, Gabriel Andari Kristanto.

"Kalau kita memilah sampah untuk daur ulang, kita membantu sampah menjadi lebih berkualitas" ujar Andari usai acara puncak kampanye GEMAS di Jakarta, Senin.

Andari menjelaskan bahwa sampah yang telah dipilah akan memudahkan proses daur ulang.

Menurut dia, ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas sampah yang telah dihasilkan. Namun, Andari menegaskan bahwa tindakan pertama untuk kelola sampah adalah dengan tidak membuat sampah.

Cobalah untuk hidup hemat. "Tapi ketika sampah tercipta, cobalah berpikir ulang sebelum Anda membuangnya. Selain itu, letakkan sampah pada tempatnya. Setiap orang di dunia ini harus bertanggung jawab pada sampah yang dia hasilkan," demikian Andari.

Sumber:
ANTARA News

Back to news list

Hari Palang Merah Indonesia - 3 September 2016

Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.

Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI.

Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.

Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1950 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.

Sumber: Wikipedia.org